Duhai mata angin, beritahau aku dimana arah pulang
Aku disini tak tau arah pulang karena dimabuk cinta
Burung camar berkicau dengan merdunya
Seolah iya tau bahwa aku sedang dimabuk cinta

          Ya Tuhan apa ini?
          Mengapa sang amor menancapkan anak panah yang sama teruntuk temanku
          Apakah akan ada luka diantara kami?
Ya tuhan aku tak bisa melihatnya terluka

Wahai engkau sang dewa Amor,
Cabutlah anak panah ini yang tlah tertancap kuat dihati
Sang Pelangi, selalu warnailah hariku
Sekalipun dihari – hariku tanpa anak panah sang Amor


By: ant pi

Komentar

Postingan populer dari blog ini